Selasa, 20 Maret 2012

CARA-CARA MENGOLAH SAYURAN DAN DAGING DENGAN BAIK


Salah satu faktor yang memengaruhi kesehatan pencernaan adalah makanan yang dikonsumsi. Selain faktor kecukupan gizi yang mengacu pada konsep pola makan seimbang, empat sehat lima sempurna, perhatikan pula kebersihan makanan yang dikonsumsi. didapatkan secara mudah di beberapa pasar swalayan.

Jika mengonsumsi makanan yang kurang higienis, sistem pencernaan dapat terganggu. Alhasil, konstipasi dan demam tifoid atau tifus pun dapat menyerang.

Perlu juga diwaspadai, maraknya bahan makanan mentah yang mengandung zat kimia, terutama sayur dan buah yang ditanam melibatkan pestisida. Hal ini membuat Anda harus selektif dalam memilih bahan makanan. Belilah kebutuhan bahan mentah tanpa pestisida di tempat terpercaya. Jangan lupa untuk memilih daging dan ikan yang paling segar untuk menghindari proses pembusukan yang mengandung bakteri membahayakan.

Tak hanya selektif dalam memilih bahan makanan, Anda juga perlu memperhatikan metode yang tepat dalam mengolah makanan dengan cara sehat. Dengan begitu, Anda dapat meminimalisasi peluang berkembangnya kuman dan bakteri yang ada di dalam makanan menyebar ke seluruh tubuh. Oleh karena itu, penting untuk memperhatikan hal berikut.

* Pemisahan makanan. Anda dapat mulai memisahkan bahan makanan mentah yang berupa daging dari bahan makanan lain. Bahan makanan mentah umumnya masih mengandung mikroorganisme berbahaya yang dapat mencemari bahan makanan lain. Oleh karena itu, simpanlah bahan-bahan makanan di dalam wadah tertutup rapat. Hal ini berguna untuk menghindari proses kontaminasi.

* Cuci bersih. Jangan lupa untuk mencuci bersih sayuran dan buah-buahan yang akan diolah. Untuk menghilangkan bau amis pada bahan mentah, Anda dapat mencucinya dengan air mengalir dan memberinya sari jeruk nipis. Jika ingin mengolah daging, rebuslah dulu dengan air mendidih untuk menghilangkan bakteri dan membuat daging lebih lunak.

* Suhu masak. Ketika mempersiapkan makanan yang mengandung kuah, pastikan kuah dimasak hingga mendidih mencapai suhu 70 derajat Celcius. Hal ini karena mikroorganisme pada suhu tersebut dapat mati dalam waktu 30 detik. Anda sebaiknya tidak meninggalkan makanan yang telah dimasak pada temperatur kamar lebih dari dua jam. Jika ingin dihidangkan kembali, usahakan makanan telah dipanaskan hingga matang.
    Cara-cara mengolah  dan memilih daging yang baik dengan cara sebagai berikut:
    Pilihlah daging yang paling segar.
    Hindari daging yang sudah berwarna kebiru-biruan, apalagi yang sudah mengeluarkan aroma sedikit busuk.
    Untuk pemilihan ikan, pilihlah ikan yang paling segar, begitu juga dengan daging ayam.
    Walau tidak menjadi jaminan, daging yang lebih segar bebas dari bakteri dan kuman, dengan pengolahan yang tepat, volume bakteri dan kuman pada daging bisa dikurangi.
     Setidak-tidaknya belum ada proses pembusukkan yang mengandung kuman serta bakteri yang jauh lebih berbahaya bagi kesehatan.
    Disamping pemilihan bahan makanan, satu hal yang perlu diwaspadai ialah pemilihan alat masak. Jangan asal memilih dan menggunakan peralatan masak. Pastikan peralatan masak yang digunakan tidak terlapisi bahan kimia. Setelah pemilihan bahan makanan yang tepat, masih ada beberapa kiat untuk menghindari makanan yang ada untuk dikunjungi bakteri dan kuman selama pengolahan makanan berlangsung.
•    Pisahkanlah bahan makanan mentah berupa daging ternak, unggas serta ikan dari bahan makanan lain. Simpan bahan-bahan makanan di dalam wadah tertutup rapat. Hal ini bertujuan untuk menghindari kontak kontak bahan makanan mentah dengan makanan jadi dan yang telah dimasak. Karena bahan makanan mentah masih mengandung mikroorganisme berbahaya yang dapat mencemari bahan makanan lain yang siap saji. Proses kontaminasi dapat terjadi dimana saja, termasuk diantaranya pada saat proses pemasakan maupun pada proses penyimpanan.
•    Pada saat proses pengolahan makanan, gunakanlah alat masak yang berbeda setiap kali mempersiapkan bahan mentah. Seperti halnya alat potong dan papan alas. Begitupun air yang digunakan untuk melumuri daging mentah tidak boleh digunakan untuk bahan makanan yang telah siap untuk dikonsumsi.
•    Untuk mempersiapkan makanan yang berkuah, pastikan air kuah termasak hingga mendidih mencapai suhu 70°C. Pada khususnya pengolahan masak daging ternak dan unggas, pastikan kaldu termasak berwarna jernih dan tidak lagi merah muda. Hal ini untuk menjaga makanan aman dari bakteri. Karena pada suhu 70°C-lah mikroorganisme dapat mati dalam waktu hanya 30 detik.
•    Bagian dalam dari daging mentah pada umumnya bebas dari kuman. Bakteri umumnya hidup di bagian luar daging. Memakan bagian dalam daging yang masih merah tidaklah berbahaya (contoh: daging yang terolah dengan metode panggang). Namun pada daging cincang., daging panggan gulung dan unggas, terdapat bakteri di keseluruhan sisinya.
•    Jangan tinggalkan makanan yang telah dimasak pada temperatur kamar lebih dari 2 jam. Masukkan segera makanan yang telah dimasak ataupun makanan yang mudah rusak ke dalam lemari pendingin. Panaskan makanan yang telah dimasak hingga matang (di atas suhu 60°C) pada saat akan dihidangkan.
Janganlah menyimpan makanan dalam lemari pendingin terlalu lama. Jika hendak mencairkan makanan yang telah membeku, hindarilah mencairkan makanan yang telah dimasak pada suhu kamar sebab mikroorganisme dapat berkembang biak sangat cepat pada suhu kamar.
Dari semua hal, yan terpenting adalah persiapan awal untuk mengolah makanan. Pastikan seluruh alat-alat masak yang akan digunakan haruslah bersih dan steril.
•    Hindarilah mengolah makanan atau makan dengan tangan kotor.
•    Jangan memasak sambil bermain dengan hewan peliharaan.
•    Hindari menggunakan lap yang sudah kotor untuk membersihkan meja dan perabotan makan.
•    Lindungi dengan baik makanan jika hendak disimpan dalam waktu yang lama.
•    Makanan yang tersaji besar sekali terkontaminasi kotoran kuman dan bakteri akibat hewan yang berkeliaran di sekitarnya.
Penting adanya untuk meninjau kembali metode memasak. Teknik pengolahan makanan atau memasak juga memengaruhi mutu makanan. Pilihlah makanan yang telah melalui proses pengolahan termasak kukus, rebus atau tumis dengan sedikit minyak. Kurangilah memasak olah makanan dengan metode menggoreng, memanggang dan dibakar. Karena selain mengandung banyak lemak, metode memasak ini juga merusak nilai gizi makanan akibat panas yang terlalu tinggi dari batas normal pengolahan.

oleh Rosa
Dikutip dari artikel berjudul “Cara Tepat untuk Mengolah Makanan”

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar